Selasa, 07 April 2015

Reasons for choosing the Faculty management (alasan memilih fakultas manajemen)




When i graduated from high school i actually wanted to take psychology major, but in a state university, like University of Indonesia but i had to let go of my dreams because i didn’t passed through the entrance test called SNMPTN, and lastly i choose Gunadarma University because there was  tryout test in my school that time and i passed that.

I actually didn’t really understand or into economy stuffs, but i took the chance and won’t let it slip away from my hands so i gave it a try.

Why did i choose management, it was because in management we learnt about both economy macro and economy micro. As the time goes by, management could be my bright future for entering the working world.

Besides that, by choosing management could developed our views of organizations. Learning theory of management also could gave a clue to us to where were we got some idea about organization and individual in it, and also, management made us realized about business environment. Learning many different kind of management based on its development we could understand that every theory was based on its environment such as economy, politic, social and the influence of technology. This knowledge helped everyone to understand what was the caused of a certain theory matched with a different situation.

Sabtu, 29 November 2014

KORUPSI PENGGELAPAN UANG BENDAHARA FAKULTAS HUKUM UI



Eka Widyastuti 44 tahun, dia adalah bendahara dari fakultas hukum universitas indonesia (UI) melakukan penggelapan uang fakultas sebesar Rp 2,8 miliar, dengan cara melakukan pemalsuan tanda tangan dan menambahkan satu angka di depan angka untuk setiap kegiatan yang diajukan. 

Tersangka ini sudah melakukan penggelapan sebanyak 12kali uang fakultas sejak 12 agustus 2005. Tersangka melakukan penggelapan dengan cara seperti menambah angka tiga untuk pengajuan uang kursi kuliah fakultas senilai Rp 88 juta menjadi Rp 388 juta atau menambahkan angka 2 untuk pembayaran uang kuliah pascasarjana senilai Rp 10,8 juta menjadi Rp 210,8 juta.
Penggelapan yang yang dilakukan tersangka tentu sangat merugikan fakultas dengan pemalsuan yang dilakukan. 

Menurut jaksa yang mengadili saat sidang kasus beliau, penggelapan yang dilakukan terdakwa dengan mudah dilakukan karena  dia adalah bendahara fakultas, yang sehari-hari mengurusi cek dan mencairkannya. “tersangka telah  melanggar, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan yang ada karena jabatannya atau kedududukannya”.

Minggu, 16 November 2014

contoh kasus melanggar etika stakeholder



Contoh kasus yang melanggar etika stakeholder

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Contoh kasus yang saya ambil yaitu produk makanan antara oreo dan rodeo, kedua produk makanan ini memiliki nama yang sedikit hampir sama. 

Oreo merupakan produk biskuit sandwich dengan krim putih di dalamnya. Oreo telah ada di indonesia cukup lama dan dari segi penjualan cukup menguasai pasar karena tidak ada produk yang relatif hampir sejenis/sama persis dengannya. Rodeo kemudian diproduksi oleh khonghuan untuk menyaingi oreo. Kemasan dari kedua produk ini sangat sama persis, sehingga bisa membingungkan konsumen jika tidak dilihat dengan seksama. Harga dari rodeo lebih murah daripada oreo meskipun kualitas lebih baik oreo. Dan dari segi rasa kedua makanan tersebut juga agak sedikit berbeda yaitu oreo memiliki rasa yang lebih enak sedangkan rodeo kurang terlalu. 

Dalam etika bisnis perdagangan suatu produk ha katas merek  adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam daftar umum merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya.
Dalam kasus ini bahwa produk rodeo dibuat hanya ingin menyaingi produk oreo yang sudah terlebih dahulu muncul dan memiliki branded diatas produk rodeo. Cara-cara seperti ini merupakan pelanggaran hak cipta yang salah dan tidak dibenarkan dalam hukum perindustrian di Indonesia.

Minggu, 19 Oktober 2014

review jurnal "CSR ( CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ) STRATEGI APLIKASI ETIKA BISNIS "



Prestasi Vol. 5 No 2  - Desember 2009                                  ISSN 1411  - 1497
CSR ( CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY )
STRATEGI APLIKASI ETIKA BISNIS
Oleh :
Edy Supriyono
STIE  Bank BPD Jateng Semarang


CSR merupakan basis teori tentang perlu nya sebuah perusahaan membangun hubungan harmonis dengan masyaarakat lingkungan. Drari jurnal yang saya baca dengan judul  CSR ( Corporate Social Responsibility ) Strategi Aplikasi Etika Bisnis menjelaskan bahwa CSR memandang perusahaan sebagai bagian dari agen moral, sebuah perusahaan sebaiknya harus menjunjung  tinggi moralitas baik dengan atau tanpa aturan hukum.
Dengan prinsip ini perusahaan yang bekerja dengan mengedepankan serta mengaplikasikan CSR akan memberikan manfaat terbesar bagi perusahaan  maupun masyarakat, dan selanjutnya masyarakat juga akan memberikan apresiasi positif terhadap perusahaan sehingga terwujudlah suatu harmoni sosial yang saling mendukung untuk lebih maju dan berkembang bersama.
Banyak pandangan yang berkaitan dengan etika bisnis , dimana pandangang-pandangan tersebut merupakan cerminan pemikiran-pemikiran yang dilandasi oleh pertimbangan positif dan negative.
Kesenjangan Tujuan Bisnis dan Etika Bisnis 

Bagi orang tujuan melakukan bisnis adalah untuk memperoleh laba yang cukup besar melaui aktivitas ekonomi atau yang lebih sering disebut kewirausahaan.
Ada sebagian pelaku bisnis yang menganggap etika bisnis hanya ihwal baik dan buruk bisnis yang dilakukan, namun ada pula sebagian pembisnis yang menganggap etika bisnis sebagai ketaatan sebagai undang-undang dan peraturan suatu mekanisme pasar. Sebaliknya ada pembisnis yang lebih mengedepankan “ pokoknya untung dengan segala cara” mengabaikan etika bisnis, tanpa kejujuran, tanpa memperdulikan kerusakan lingkungan  hidup tanpa rasa malu dan mengasingkan diri dari lingkungan bisnis.
Selain itu berbagai perusahaan juga telah mempraktikan aplikasi Etika Bisnis dengan baik sebut saja Djarum Kudus, Unilever Indonesia , PT Telkom, Bank Mandiri, dan sebagainya.
CSR sebuah alternative solusi
Hal yang menuntut dunia usaha dalam melakukan pelaku bisnis untuk menjalankan aktivitas usahanya dengan semakin bertanggung jawab. Pelaku bisnis tidak hanya dituntut untuk memperoleh keuntungan dari bisnisnya, melainkan juga diharapakan dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sosialnya. Perubahahan pada tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat maupun pemerintah memnculkan kesadaran baru tentang pentingnya melaksanakan apa yang kita kenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) pemahan itu memberikan pedoman bahwa perusahaan bukan lagi hanya sebagai entitas mementingkan dirinya sendiri saja sehingga dapat mengasingkan diri dari lingkungan masyarakat ditempat perusahaan berada , melainkan sebuah entitas usaha yang wajib melaukan adaptasi sosial kultural dengan lingkungannya.

CSR dan aplikasi etika bisnis
Polling tentang perlukah perusahaan melakukan CSR pernah dilaksanakan oleh majalah Swa (2006). Polling melibatkan 789 responden ini menunjukan bahwa 91.38% perlu melaksanakan CSR , 5.58% menatakan tidak perlu, dan 3.04% menyatakan tidak tahu. Hasil survey “the millenium poll on CSR” (1999) yang dilakukan oleh Environics Internatinonal (Toronto), Conference Board (New York) dan Prince Of Wales Bussines Leader Forym (London) diantara 25000 responden di 23 negara menunjukan bahwa dalam bentuk opini perusahaan, 60% mengatakan bahwa etikan bisnis , praktek terhadap karyawan, dampak terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan paling berperan , sedangkan 40% citra perusahaan dan brand image yang akan paling mempengaruhi kesan masyarakat. Hanya 1/3 yang mendasai opininya atas fakrot-faktor bisnis fundamental seperti faktor finansial, ukuran perusahaan , strategi perusahaan  atau management. Lebih lanjut sikap konsumen terhadap perusahaan yang dinilai tidak melakukan CSR  adalah ingin “menghukum” (40%) dan 50% tidak mebeli produk dari perusahaan yang bersangkutan.
Selama ini sudah menjadi rahasia umum , pemerintah belum sempurna dalam membangun bangsa karena alasannya kurang anggaran dan sumberdaya, dengan adanya CSR sesungguhnya perusahaan bisa membantunya. Sepatutnya CSR ditetapkan dalam atauran yang lebih jelas agar pelaksanaannya benar-benar terkoordinasi sehingga dapat lebih luas mendorong kemajuan dan peluang terjadi nya penyimpangan bisa diminimalisir.  Perlu dicatat , bahwa CSR di Indonesia juga akan makin berperan , dan berbisnis dengan melakukan CSR akan menjadi suatu investasi bagi masa depan perusahaan.

Jadi kesimpulan dari jurnal diatas bahwa sangat perlu nya diadakan CSR dalam melakukan etika berbisnis. Perusahaan yang melakukan tanggungjawab sosial (CSR) yang sungguh-sungguh akan dapat melakukan laporan CSR dengan penampilan yang baik. Hal ini dapat meningkatkan reputasi dari perusahaan tersebut.