Sabtu, 03 Maret 2012

REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA (tugas karya ilmiah ekonomi pembangunan)

REMAJA DAN PROBLEMATIKNYA


Masa remaja adalah masa transisi,yaitu dari perkembangan antar anak-anak menuju hingga dia menjadi manusia yang dewasa. Pada saat seseorang menjadi dewasa,dia akan mengalami perubahan-perubahan dalam hidup-nya. Selain itu pada saat dia tumbuh menjadi remaja yang dewasa,ada hal-hal baru yang akan dia rasakan pada saat itu. Perubahan pada hal-hal yang menarik bagi dirinya dalam hubungannya dengan orang lain. Perubahan remaja juga terjadi dalam berinteraksi dengan orang lain. Mereka tidak lagi hanya berinteraksi dengan jenis kelamin yang sama saja,tetapi juga dengan lawan jenisnya,bahkan dengan orang dewasa.
Perubahan emosi pada saat masa remaja juga sangat besar, yaitu perubahan dari emosi pada saat dia anak-anak menjadi remaja. Dengan sendiri-nya perubahan emosi ini juga dipengaruhi oleh adanya pengetahuan dan wawasan baru yang mereka terima, sehingga kadang muncul pertentangan dalam masa remaja. Dalam mengekspresikan emosi bagi seorang remaja,dia mempunyai berbagai cara untuk mengendalikannya.
Menurut Havighurst (dari buku yang saya baca tentang remaja), tugas perkembangan remaja antara lain:
•    Mencapai kepastian akan kebebasan dan kemapuandan kemapuan beridiri sendiri
•    Memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan
•    Mempersiapakan diri dalam pembentukan keluarga
•    Memeperluas hubungan anatara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan kawan sebaya, baik laki-laki maupun perempuan.
•    Memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
•    Membentuk sistem nilai,moralitas dan falsafah hidup
•    Memeperoleh perenan sosial
•    Menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif
Sumber: buku penuntun belajar dan kreatif

Selain itu problematika lainnya yaitu kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh remaja cenderung ke yang lebih fatal,seperti memakai narkoba,free seks,ataupun kenakalan-kenakalan lainnya yang dapat merugikan diri mereka sendiri. Mereka seperti itu karena tidak dapat memilih mana pergaulan yang baik dan buruk bagi mereka dimasa yang akan datang.

Jika kita bertanya pada orang dewasa, masa remaja merupakan waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. Kenangan saat remaja tidaklah mudah untuk dilupakan bagi mereka. Banyak remaja yang beranggapan bahwa dirinya memerlukan kebebasan sebagaimana orang dewasa lainnya. Mereka membutuhkan kebebasan untuk mencari jati diri mereka.

    Selain itu remaja juga lebih sering mengalami depresi pada diri-nya, mereka mearsakan depresi itu karena banyak mengalami peristiwa yang penuh dengan rasa stres, banyak masalah yang terjadi dan bisa makin serius hingga membuat remaja tersebut menjadi depresi.
    Pantauan orangtua terhadap anak-anaknya yang tumbuh menjadi dewasa sangatlah penting. Jika dia tidak di perhatikan maka remaja tersebut akan menjadi remaja yang nakal dan pergaulannya menjadi kurang baik seperti pada gambar berikut ini

 


Dari gambar diatas dapat kita simpulkan kurangnya pengawasan dari orangtua sehingga membuat tersebut menjadi remaja yang nakal.
    Jadi dapat kita simpulkan masa pertumbuhan remaja,jarang yang berlangsung dengan lancar dan baik. Remaja yang mengalami akan selalu menyalahkan dirinya sendiri sehingga timbul rasa enggan untuk meminta pertolongan kepada oranglain.
Saran saya untuk para remaja yang sedang mengalami pertumbuhan,jaga selalu emosi kita dan tetap jalani setiap masalah-masalah yang akan kita hadapi.
www.gunadarma.ac.id

ADVEBIALS CLAUSE

ADVERBIALS CLAUSE

Adverbial clause is a clause (the clause) that functions as an adverb, which describes a verb.

Adverbial clause is usually classified based on the "meaning / intent" of the conjunction (conjunctions which preceded it).
A.    Time clause
common conjunctions: when, before, after, since, while, as, as long as, until,till, etc. (conjunctions that answer the question "when?"); hardly, scarcely, no sooner, etc.
function:  These clauses are used to say when something happens by referring to a period of time or to another event.
Example :
•    You may go home after you close the door
•    I don’t want leave you before you finish your study

B.    conditional clauses
common conjunctions: if, unless, lest
function: These clauses are used to talk about a possible or counterfactual situation and its consequences.
Example : 
•    if I met her, I will sory with her
•    unless it rains, I will pick her up

C.    purpose clauses
 common conjunctions: in order to, so that, in order that
 function : These clauses are used to indicate the purpose of an action.
 Example :
•    I must study had so that I pass in exam
•    I always keep the  money in other that I can buy something

    D. reason clauses
common conjunctions: because, since, as, given
function: These clauses are used to indicate the reason for something
Example :
•    Since I don’t have a girl friend, I always stay at home
•    I cannot buy something because I have no money

E.    result clauses
common conjunctions: so...that
function: These clauses are used to indicate the result of something.
Example :
•    I work hard so that I have much money
•    He is so bold that many girls like him

F.    concessive clauses
common connjuctions: although, though, while
function : These clauses are used to make two statements, one of which contrasts with the other or makes it seem surprising.
Example :
•    I still love him although he leave me
•    Though he has much money, he never lend me the money

G.    place clauses
common connjuctions: where, wherever, anywhere, everywhere, etc. (conjunctions that answer the question "where?")
function: These clauses are used to talk about the location or position of something.
Example :
•    he went away wherever he found his darling
•    he stayed in everywhere

H.    clauses of manner
common connjuctions: as, like, the way
function: These clauses are used to talk about someone's behaviour or the way something is done.
Example :
•    he worked as aa teacher
•    she walks as though she is a model

source : http://en.wikipedia.org/wiki/Adverbial_clause

Kamis, 12 Januari 2012

sebuah lorong di kotaku


SEBUAH LORONG DI KOTAKU
Indentitas novel

Judul              : Sebuah lorong di kotaku
Karangan       : NH. Dini
Cetakan          :PT. Gramedia
Tabal buku    : 1,3cm

Tema                              : a.   Setiap kita bertukar pikiran tentang hal itu, pada akhirnya engkau senantiasa berkecil hati-hati seolah-olah malulah engkau, bahwa masuk golongan bumi putera, yang kau sangka aku menghinakannya. (2)
b.   Pusaka yang akan ditinggalkan buat anaknya tidaklah berarti, haruslah anak itu memperoleh ilmu dunia yang setinggi-tingginya buat bekal hidupnya. (10

Latar atau setting     : a.       Tempat bermain Tenis (1)
“Tempat bermain tennis, yang dilindungi oleh pohon-pohon ketapang disekitarnya, masih sunyi”.
b.      Kota Solok (3).
“Aku tahu buat diriku sendiri, meskipun esok atau lusa di kota solok ini sudah lazim berjalan berkeliaran memakai baju renang”

Penokohan                  : .       Penduduk (1)
b.      Hanafi (2) Golongan bumiputra atau orang bangsa Indonesia.
c.       Carrie (2) Sorang gadis bangsa barat yang amat cantik parasnya.
d.      Nyonya Brom (6) Administratur Afdelingsbank


  Sinopsis.

Akhirnya ibu mendapatkan sebuah rumah yang menyenangkan. Kami hidup tentram dalam bimbingan ibu yang penuh kelembutan dan ayah yang berwibawa serta bijaksana.
Aku kesepian dan kadang-kadang merasa bosan bermain sendirian, meninggu saudaraku pulang sekolah.
  Suatu hari kami pergi ke rumah di desa, menumpang kereta api dan andong. Karili sangat gembira setelah sampai di rumah kakek. Demikian juga kakek. Tak henti-hentinya kami berbincang-bincang dengan kakek. Ayah pun tak lupa menanyakan keadaan dan kesehatan kakek.
Hari kedua aku diajak Paman Sarosa melihat isi kebun kakek, memetik kelapa, melihat kejernihan air sungai yang mengalir di kebun. Terasa riyaman kehidupan di desa. Terdengar derit tali timba, bunyi hewan, kicau burung, dan udara segar.
Banyak yang kulakukan selama di rumah kakek. Turut menjaga ladang, menghalau burung, ikut memandikan kerbau anak gembala bersama kakakku, Teguh Nugroho.
Dua hari telah berlalu aku harus pulang meninggalkan desa kakek, berpisah dengan paman. Aku merasa sangat sedih.
Di Madiun kami singgah di rumah Pak De dan Bu De. Di rumah ini kegiatan kami selalu diawasi. Bu De selalu hendak serba teratur. Karena itu aku merasa tidak puas.
Karena keadaan perang ibu mempersiapkan banyak makanan. Makanan itu disimpan di atas loteng. Setiap malam banyak tetangga datang ke rumah untuk mendengarkan siaran radio dan mendengar tentang berita perang.
  Aku dijemput Paman Sarosa untuk berlibur selama bulan puasa di tempat kakek. Aku tinggal di rumah kakek bersama Maryam. Aku senang beneman dengan Maryam karena kami mempunyai beberapa persamaan.
Aku mulai sekolah. Semua kakakku sekolah di HIS. Di HIS semua murid harus berbahasa Belaflda. Tapi ayah selalu mewajibkan kami berbahasa Jawa.
Suatu hari ketika aku asyik bermain dengan teman-teman Maryam memaksa pulang karena kami akan mengungsi ke kampung Batan. Kami mengungsi di sini bersama-sama pengungsi lain. Karena ibu tidak mau mengungsi, ayah membuat lubang perlindungan di bawah pohon mangga. Untuk penutupnya digunakan ranting-ranting dan daun. Dindingnya dilapisi beberapa helai kasur. Semua sekolah dan kantor tutup. Kendaraan umum tidak boleh lagi  hilir  mudik.  Kekurarigan  bahan  makanan  mulai  terasa. Indonesia tidak lagi diduduki Belanda, melainkan oleh Jepang. Belanda menyerah kalah kepada Jepang dan seluruh daerah jajahan Belanda jatuh ke tangan Jepang


Biografi 

Nama Nh. Dini merupakan singkatan dari Nurhayati Srihardini. Nh. Dini dilahirkan pada tanggal 29 Februari 1936 di Semarang, Jawa Tengah. Ia adalah anak kelima (bungsu) dari empat bersaudara. Ayahnya, Salyowijoyo, seorang pegawai perusahaan kereta api. Ibunya bernama Kusaminah. Bakat menulisnya tampak sejak berusia sembilan tahun. Pada usia itu ia telah menulis karangan yang berjudul “Merdeka dan Merah Putih”. Tulisan itu dianggap membahayakan Belanda sehingga ayahnya harus berurusan dengan Belanda. Namun, setelah mengetahui penulisnya anak-anak, Belanda mengalah.

Dini bercita-cita menjadi dokter hewan. Namun, ia tidak dapat mewujudkan cita-cita itu karena orang tuanya tidak mampu membiayainya. Ia hanya dapat mencapai pendidikannya sampai sekolah menengah atas jurusan sastra. Ia mengikuti kursus B1 jurusan sejarah (1957). Di samping itu, ia menambah pengetahuan bidang lain, yaitu menari Jawa dan memainkan gamelan. Meskipun demikian, ia lebih berkonsentrasi pada kegiatan menulis. Hasil karyanya yang berupa puisi dan cerpen dimuat dalam majalah Budaya dan Gadjah Mada di Yogyakarta (1952), majalah Mimbar Indonesia, dan lembar kebudayaan Siasat. Pada tahun 1955 ia memenangkan sayembara penulisan naskah sandiwara radio dalam Festival Sandiwara Radio di seluruh Jawa Tengah.

Kegiatan lain yang dilakukannya ialah mendirikan perkumpulan seni Kuncup Mekar bersama kakaknya.Kegiatannya ialah karawitan dan sandiwara. Nh. Dini juga bekerja, yaitu di RRI Semarang, tetapi tidak lama. Kemudian, ia bekerja di Jakarta sebagai pramugari GIA (1957—1960).

Pada tahun 1960 Dini menikah dengan seorang diplomat Prancis yang bernama Yves Coffin. Ia mengikuti tugas suaminya di Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat. Karena bersuamikan orang Prancis, Dini beralih warga negaranya menjadi warga negara Prancis. Dari perkawinannya itu Dini mempunyai dua orang anak, yaitu Marie Claire Lintang dan Louis Padang. Terhadap kedua anaknya itu, Dini memeberi kebebasan budaya yang akan dianut dan bahasa yang akan dipelajari. Untuk mengajarkan budaya Indonesia, Dini menyuruh anaknya mendengarkan musik Indonesia, terutama gamelan Jawa, Bali, dan Sunda serta melatihnya menari.

Pada tahun 1984 Dini bercerai dengan suaminya. Pada tahun 1985 kembali ke Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia. Ia memutuskan kembali ke kampung halamannya dan melanjutkan menulis serta mendirikan taman bacaan anak-anak yang bernama Pondok Baca N.H. Dini yang beralamat di Perumahan Beringin Indah, jalan Angsana No. 9, Blok A-V Ngalian, Semarang 50159, Jawa Tengah.

Pengalaman menjadi istri diplomat memperkaya pengetahuannya sehingga banyak mempengaruhi karya-karyanya, seperti karyanya yang berlatar kehidupan Jepang, Eropa, dan Amerika.

Kamis, 05 Januari 2012

ceritaku


Kakek tua itu sangatlah kuat meskin tubuhnya sudah termakan usia.setiap pagi aku berangkat kuliah,ku jumpai dia sedang mempersiapkan barang dagangannya,yaitu  barang yang tak seberapa harganya dan sangat jarang orang saat ini menjual barang itu,barang itu adalah pembersih ventilasi rumah yang terbuat dari serat-serat apa aku tak tahu.
Dengan tubuhnya yang sudah tua dan sakt-sakitan itu,ia menjual barangnya kemana saja dengan sepeda tuanya itu. Pernah aku melihatnya  menjual barangdagangannya sangat jauh dari tempat tinggalnya.
Ia rela berjuang demi kebutuhan keluarganya. Andai aku bisa membantunya,aku ingin membantunya.
Tuhan berilah rezeki yang banyak kepada kakek tua itu agar ia bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Selasa, 03 Januari 2012

tentang dia


Dia selalu merasa kesepian,dia sangat butuh teman dalam hidupnya,setelah dia jauh dari orangtua kandungnya.
Tapi kenyataan hidup yang dia dapati,teman-temanya seperti menjauh darinya.entah tanpa alasan mereka menghiraukan dia. Tapi dia mencoba untuk sabar menghadapinya,inilah hidup.meski teman-temannya begitu.
Saat dia sendiri,selalu melamun dan bersedih,mengapa dia harus menjalani hidup disini. Penyesalan selalu menghantuinya,dia sangat merindukan kedua orangtuanya  kakak dan adiknya. Sempat dia berpikir ingin mengakhiri hidupnya,tapi itu akan menjadi masalah yang besar baginya,karena untuk menyelesaikan masalah bukan itu caranya.
Yang membuat dia bertahan disini sampai saat ini,karena semangat dari kekasihnya. Kekasinya selalu mensupport dia untuk sabar dan menjalani hidup ini dengan apa adanya.